Penyakit Lupus dengan Tahitian Noni

obat penyakit lupusTahitian Noni memiliki kandungan yang mampu bekerja pada kelainan pada sistem kekebalan  tubuh dan pencegahannya melalui mekanisme pembentukan selular yang ditunjang oleh  kandungan nutrasetikal dalam Tahitian Noni. Beberapa dokter percaya bahwa  kandungan nutrasetikal dalam Tahitian Noni dapat memmbantu mcmbangkitkan  organ-organ yang telah diserang oleh sistem kekebalan tubuh yang  abnormal. penyakit lupus

Mendiang Dr. Mona Harrison, seorang lulusan Harvard yang telah  mempelajari dalam menggunakan tahitian noni dalam praktek medisnya,  mengemukakan teori bahwa Tahitian Noni berperan dalam merangsang beberapa  kelenjar pada sistem endokrin sehingga meningkatkan produksi harmon yang  lebih baik dan meningkatkan keseimbangan tubuh. secara rata-rata mengkonsumsi 105  cc setiap hari melaporkan hasil yang positif atas permasalahan imunitas.

Presentasi Dr. Amarullah H Siregar, DIHom, DNMed, MSc, MA, Phd Tentang Cara Kerja Tahitian Noni (Xeronine) pada Penyakit Autoimune

Kisah Sembuh Penyakit Lupus dengan Tahitian Noni

obat lupus

Dara manis bernama Ruthia Pasaribu, 21 Tahun, kini merasa plong dalam menjalani hidupnya. Bahkan jika harus beraktifitas selama 24 jam pun ia tidak akan keberatan, karena imunitas tubuhnya sudah kembali normal. Ia malah merasa lebih kuat dari sebelumnya.penyakit lupus , penyakit lupus

Juli 2006 menjadi awal penderitaan Ruth, begitu ia dipanggil terhadap penyakit Lupus yang diderita. Mulanya tubuh Ruth timbul lebam. Lama kelamaan lebam tersebut semakin banyak dan terasa sakit. Anehnya lagi, Ruth merasa tubuhnya semakin lama semakin melemah. Padahal ia sudah memenuhi kebutuhan gizi, nutrisi dan lainnya untuk tubuh. “Jika saya beraktifitas selama 4 jam, saya harus menggantikan energi saya dengan tidur selama 3 hari,” cerita Ruth. penyakit lupus

Medis mendiagnosa bahwa ini adalah gejala Lupus, penyakit yang menyerang imunitas tubuh. Satu satunya penakluk adalah steroid. Benar saja, dalam waktu 3 minggu, steroid mengembalikan vitalitas Ruth, sayangnya steroid berimbas pada kerapuhan pada tulang untuk jangka lama. “Obat itu adalah mesin pembunuh jangka panjang,” katanya. penyakit lupus

Tak ingin memperparah kondisi dengan meminum steroid, Ruth memilih berbaring di rumah. Ia lalu mengalami depresi berat dengan kondisi tubuhnya. Derita Ruth membuat sang mama merasa miris akan kondisinya. Sampai akhirnya doa untuk kesembuhan putrinya terkabul dengan diperkenalkannya Ruth dengan Tahitian Noni Juice (TNJ).penyakit lupus penyakit lupus

Awalnya Ruth tidak mau karena harganya mahal dan ia pesimistis dengan hasilnya. Tapi melihat kondisi mamanya yang menderita sakit ginjal dan jantung bisa sembuh, Ruth mencoba meminumnya. Benar saja, dalam sebulan imunitas Ruth kembali seperti semula. Ia sudah bisa kembali beraktifitas. “Tuhan mengabulkan doa saya atas kesembuhan dan merayakan natal tahun ini bersama keluarga. Terima kasih TNJ

Testimoni Penyakit Lupus

Rutnawati Sagala, 35 tahun telah mempercayakan kepada TAHITIAN NONI JUICE untuk menjaga vitalitas tubuhnya. Selama 6 bulan ini, ia terus mengonsumsi TAHITIAN NONI JUICE untuk menghadapi tantangan dalam aktifitas pekerjaan sehari-hari tanpa perlu cemas jika staminanya menurun. Keyakinan ini timbul setelah TAHITIAN NONI JUICE mampu menjinakkan Penyakit Lupus yang dideritanya dan baru terdiagnosa pada Maret 2008 l. Tidak hanya stamina serta vitalitas tubuh saja yang dirawat oleh TAHITIAN NONI JUICE melainkan mampu menjaga immunitas tubuh dari virus Lupus.

Untuk Rut, anak ke 4 dari 7 bersaudara ini, mulai merasakan keanehan yang terjadi pada tubuhnya 10 tahun yang silam. Muncul ruam-ruam merah yang cukup menganggu pada sekujur tubuhnya. Awalnya di wajah, kemudian menjalar ke seluruh tubuh dan kepala. Namun medis belum bisa mendiagnosa, dokter hanya curiga bahwa ini hanya penyakit kulit,jelas Rut. 5 tahun kemudian, tahun 2003, gejala yang ditonjolkan Penyakit Lupus ini semakin mengerikan, ruam-ruam merah muncul semakin banyak dan kulit melepuh di seluruh tubuh. Sampai-sampai semua (maaf) bulu yang ada di tubuh rontok,cerita Rut.

Namun tetap saja medis masih belum bisa mendeteksi apa yang menyebabkan Rut mengalami hal seperti itu. Hingga suatu hari, seorang Dokter di RS Adven Bandung curiga dengan gejala yang dialami Rut. Semakin hari kondisinya semakin parah dan bahkan ia telah divonis akan meninggal. Dengan menjalani serangkaian test, akhirnya diketahui bahwa ia mengidap penyakit Lupus.

Puji Tuhan, yang masih mengijinkan saya hidup, berkat TAHITIAN NONI JUICE yang ditelusuri adik ipar saya melalui internet, saya mencoba mengkonsumsinya. Dan hasilnya, saya masih berada disini dan menceritakan semua pengalaman hidup saya yang cukup mengerikan,terang Rut. Rut menambahkan bahwa, tidak ada sesuatu hal yang tidak mungkin di dunia ini. Dan Rut yakin bahwa TAHITIAN NONI JUICE memang diciptakan Tuhan untuk membantu orang-orang yang menderita penyakit Lupus seperti dirinya Banyak orang tua yang kembali bersemangat setelah melihat peningkatan vitalitas putra/putrinya dan banyak penderita lupus yang kembali beraktifitas tanpa khawatir keluhan ngilu, kena sinar matahari kulit yang kembali normal setelah mengkonsumsi Tahitian Noni…

=============================================================================

Konsultasi, Saran dan Pemesanan Produk silahkan hubungi:

JOKO BUDI PRIYANTO

Konsultasi   : 081-703740900

sms               : 081-252499974

Alamat       : Jl. Pucang Rinenggo 62 Surabaya

Silakan konsultasi & pesan pada Jam Kerja :

* Senin s/d Jumat jam 08.00-16.00

* Sabtu jam 08.00-12.00

* Minggu Libur

Silakan SMS/Email kami diluar jam kerja, akan kami balas secepatnya, trims.

Semua kesembuhan dari Tuhan, Tahitian Noni dengan kandungannya semoga menjadi bagian dari iktiar kita dan perantaraNYA..amien

Bagaimana Pengobatan Penyakit Lupus dgn Tahitian Noni

Penyakit Lupus adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupusmencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.penyakit lupus penyakit lupus,

Lupus  merupakan penyakit yang muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan  tubuh. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang  sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, pada penderita  Lupus ini, antibodi yang terbentuk dalam ilnya antibodi justru menyerang  sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut  autoimunitas. penyakit lupus penyakit lupus

Antibodi  yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara  yaitu : pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel  tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan  imun. Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai  tersangkut di pembuluh darah kapiler yang akan menimbulkan peradangan. penyakit lupus, penyakit lupus, penyakit lupus

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan, rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit lupus  ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh. penyakit lupus, penyakit lupus

Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Penyakit Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Penyakit Lupus. Gejala-gejala Penyakit Lupus yang umum dijumpai adalah:

  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidappenyakit Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

 

Pengobatan Lupus Tradisional

Penyakit Lupus adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya. Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “serigala”.

Penyakit Lupus merupakan penyakit kelebihan kekebalan tubuh. Penyakit Lupus terjadi akibat produksi antibodi berlebihan, sehingga tidak berfungsi menyerang virus, kuman atau bakteri yang ada di tubuh, melainkan justru menyerang sistem kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri.
Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.Sistem kekebalan tubuh atau antibodi odapus justru hiperaktif dan balik menyerang organ tubuh yang sehat. Untuk mendiagnosis penyakit ini dengan pasti, diperlukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit. Keduanya untuk memeriksa antibodi-antibodi yang muncul ketika lupus sedang aktif.

Sekilas Tentang Penyakit Lupus

Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang   penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, apa jadinya jika kekebalan   tubuh justru    menyerang  organ tubuh yang  sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih.Penyakit ini tergolong misterius. Para dokter kadang bingung mendiagnosispenyakit ini. Namanya sedikit unik, LUPUS.

Lupus  dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini    mulai dikenalsekitar satu abad lalu. Awalnya,   penderita penyakit ini dikira mempunyaikelainan kulit,   berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi .Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian  kerap bengkak dan timbul sariawan.    Penyakit   ini tidak hanya     menyerang kulit,    tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.Gejala-gejala penyakit dikenal    sebagai   Lupus Eritomatosus Sistemik  (LES) alias Lupus. Eritomatosus  artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai   organ tubuh. Istilahnya disebut   LES atau Lupus.

Masih awam

Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di Amerika Serikat ditemukan 14,6  sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia bisa   dijumpai sekitar 50.000 penderitanya. Sedangkan    di   RS Ciptomangunkusumo Jakarta, dari 71 kasus yang ditangani  sejak awal 1991 sampai akhir 1996 , 1 dari 23 penderitanya adalah laki-laki.Penyakit Lupus masih sangat awam bagi masyarakat.Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan.Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun.Namun   begitu, ada juga pria  yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspekkesehatan.Misalnya hubungan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus,   gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal  saat lahir.Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.

Otoimun

Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan  sistem kekebalan perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh.Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan.Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.Kelainan ini disebut autoimunitas. Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara  yaitu :.

  • Pertama, antibodi aneh ini bisa   langsung menyerang   jaringan  sel tubuh,seperti   pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur.nilah yang  mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
  • Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan  antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi  dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh  darah   kapiler akan menimbulkan peradangan.Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit)   Tetapi, dalam keadaan abnormal,  kompleks ini tidak dapatdibatasi dengan   baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan  enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ  tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai  gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ  tubuh akan terganggu. Umumnya  penderita   Lupus   mengalami gejala seperti.  kulit yang mudah gosong akibat   sinar matahari serta   timbulnya   gangguan   pencernaan.Gejala  umumnya  penderita   sering merasa lemah,  kelelahan  yangberlebihan, demam dan pegal-pegal.   Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut  (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik.Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap  Lupus. Untuk sembuh total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS (PENYAKIT LUPUS )

Apa Itu Lupus?
SLE (Systemic Lupus Erythematosus) biasa disebut lupus saja sedangkan penderitanya disebut ’Odapus’ .Penyakit lupus berasal dari bahasa latin yang berarti serigala. Nama ini diambil karena gejala kemerah-merahan di wajah penderita Lupus yang menyerupai gigitan serigala. Secara medis, SLE merupakan penyakit sistem daya tahan tubuh atau kekebalan (autoimun). Pada penderita Lupus, antibodi cenderung diproduksi berlebihan. Antibodi disini ibarat tentara di suatu negara yang seharusnya melindungi rakyatnya (organ tubuh) dari musuh (penyakit) malah bekerja salah arah, menyerang rakyatnya sendiri, merusak organ tubuh sendiri, diantaranya : kulit, syaraf, otot persendian, mata, jantung, darah, hati, ginjal dan paru-paru.

Penyebab Penyakit Lupus
Penyebab lupus yang sebenarnya belum diketahui. Dugaan sementara, lupus disebabkan oleh kombinasi antara gen yang cacat dan faktor lingkungan, seperti sinar matahari, stres, obat-obatan tertentu, hormon, infeksi dan virus tertentu. Diduga, walaupun belum terbukti secara ilmiah, orang tua dapat mewariskan faktor tertentu kepada keturunannya sehingga mereka rentan terhadap lupus.

Gejala Umum
Gejala umum dan gejala pada organ tertentu. Gejala umum yang sering ditemukan di antaranya, penderita sering merasa lemah, kelelahan berlebihan, demam, dan pegal-pegal. Gejala ini muncul ketika lupus sedang aktif dan menghilang ketika tidak aktif.

Pengobatan
Dalam pengobatan lupus, ada dua kategori obat yang digunakan, yakni golongan kortikosteroid dan golongan selain kortikosteroid.

 

 

Penyakit Lupus Dan Gejala-Gejalanya

Penyakit lupus umumnya gangguan kronis terhadap masalah kekebalan tubuh. Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menyerang zat-zat asing, virus, bakteri atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Namun, pada pasien dengan lupus, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi sebagai pelindung tubuh mengalami gangguan. Tubuh tidak dapat membedakan antara zat asing yang harus dihancurkan dengan jaringan tubuh sendiri yang berguna untuk kelangsungan hidup.

Akibatnya, serangan itu terjadi terhadap jaringan tubuh sendiri dan menyebabkan kerusakan pada organ-organ seperti paru-paru, darah, kulit, ginjal, otak, jantung, dan lain-lain. Kerusakan pada organ-organ vital yang disebabkan Lupus selanjutnya disebut sebagai Odapus yaitu keadaan dimana seseorang menjadi semakin lemah dan sakit.

Jenis Lupus

Beberapa jenis penyakit lupus sangat berbahaya dan beberapa lainnya termasuk dalam kategori kurang berbahaya. Tidak semua lupus menyerang organ vital. Ada juga serangan hanya jaringan kulit. Berikut adalah beberapa jenis lupus.

* Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SLE dalam bahasa Indonesia disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Penyakit ini sangat berbahaya karena menyerang organ-organ vital di dalam tubuh. Eritematosus sendiri berarti kemerahan. Karakteristik dari penyakit ini tidak ada tanda atau bercak merah.

* Dicoid Lupus

Jenis Lupus hanya menyerang kulit. Biasanya muncul bintik-bintik merah pada kulit.

* Drug Induced Lupus

Penyakit lupus yang dipicu oleh konsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala lupus dan Deteksi

Gejala lupus sangat bervariasi tergantung pada setiap penderita. Itulah sebabnya seseorang yang menderita penyakit ini sulit untuk dideteksi. Bahkan, gejala lupus dapat meniru/menyerupai gejala penyakit lain.

Hal ini karena organ yang diserang dapat bervariasi pada setiap pasien. Sebagai contoh, jika serangan terjadi terhadap darah, gejala yang terjadi mirip dengan orang yang menderita anemia. Bila Anda diserang mulut, maka pasien mungkin mengalami sariawan berkepanjangan yang dapat dianggap sebagai gejala kekurangan vitamin C.

Beberapa gejala umum penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik merah pada hidung dan kedua pipinya yang membentuk seperti kupu-kupu atau disebut ruam kupu-kupu. Bercak juga dapat terjadi di dalam tubuh. Pada tahap lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan rambut rontok, kelelahan yang berlebihan dan bahkan kerusakan organ. Penderita lupus mengalami gejala seperti yang terjadi pada orang yang menderita kanker.

Jadi, bagaimana untuk mengetahui apakah seseorang menderita lupus atau tidak, yaitu dengan tes antibodi antinuclear (ANA). Jika hasil tes positif maka kemungkinan besar orang tersebut menderita penyakit Lupus.

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus bukanlah penyakit menular dan penderita kebanyakan wanita usia subur, sehingga sering dianggap sebagai penyakit wanita. Keturunan bukan sebagai penyebab langsung dari penyakit ini. Meskipun mungkin dari orang tua memperoleh gen abnormal yang memiliki potensi untuk penyakit ini, tetapi ada faktor lain sehingga penyakit dapat terjadi. Dugaan para ahli tentang penyebab penyakit ini adalah karena faktor hormonal, tetapi hormon apa penyebabnya pastinya, masih belum diketahui.

Ada Apa dengan Lupus?

Kemudahan arus informasi membuat segala hal dengan mudah kita ketahui. Salah satunya tentang penyakit. Setiap hari, rasanya selalu saja ada penyakit baru yang menambah perbendaharaan pengetahuan kita. Dari sekian banyak penyakit, masih banyak penyakit yang dirasa asing di masyarakat kita, salah satunya adalah penyakit Lupus. Penyakit yang satu ini kini mulai marak dibicarakan karena keanehan dan kemisteriusannya. Jika Anda belum mengenalnya dengan baik, tulisan berikut ini akan mengajak Anda memahaminya dengan lebih baik.

Definisi Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit otoimun. Disebut demikian karena penyakit ini disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh (antibodi) yang menyerang tubuh itu sendiri. Serangannya bisa pada kulit, persendian, jantung, paru-paru, darah, ginjal, dan juga otak. Penyakit Lupus secara lengkapnya disebut sebagai SLE (Systemic Lupus Erythomatosus).

Penyebab Penyakit Lupus

Penyebab utama penyakit lupus belum diketahui secara pasti. Para ahli percaya bahwa kelainan yang menyebabkan seseorang terkena penyakit lupus itu sudah ada di dalam tubuh penderita sejak lahir. Adapun faktor-faktor luar akan memicu kelainan gen-gen tersebut untuk muncul menjadi penyakit lupus. Faktor pemicunya bisa berupamononucleosis dan juga cahaya matahari. Penyakit lupus tidak ditularkan dan juga tidak menular.

Karakteristik Penyakit Otoimun

Karakteristik penyakit otoimun bisa dicirikan dari ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh membedakan antara sel tubuh, jaringan tubuh, sel luar tubuh, bahkan virus. Akibatnya, sistem pertahanan tubuh yang seharusnya menghasilkan antibodi yang akan menyerang antigen (berupa bakteri, virus, atau sel luar) menjadi menghasilkan oto-antibodi yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang menghasilkannya. Analoginya, seperti peluru yang menembak atau memburu pistolnya sendiri.

Mekanisme Penyakit Lupus

Saat proses penyerangan sistem kekebalan tubuh oleh oto-antibodi terjadi, penderita bisa menderita infeksi (gejala pertama yang terlihat), sakit, dan kerusakan jaringan tertentu. Infeksi sendiri bisa menyebabkan sakit, panas (demam), kemerah-merahan, bengkak, dan kehilangan fungsi bagian tertentu, baik yang berada di dalam tubuh maupun yang berada di luar tubuh.

Untuk beberapa pasien dengan kasus ringan, gejala lupus mungkin tidak terlihat parah. Namun, lupus bisa menjadi sangat serius dan mengancam kehidupan. Hal ini karena sampai sekarang, lupus belum dapat diobati. Adapun pengobatan yang dilakukan hanyalah terapi pengurangan gejala-gejala yang terjadi pada pasien. Seperti, pengobatan dengan kortikosteroid dan immunosuppressants (zat penekan produksi sistem imun agar tidak menghasilkan oto-antibodi).Itu sebabnya juga yang menjadikan lupus sebagai penyakit misterius layaknya penyakit kanker. Tak ada sebab pasti dan tak ada obat yang jelas.

Prognosis dan Kelangsungan Hidup Penderita

Prognosis (ramalan) penyakit lupus bergantung kepada organ yang terlibat. Dengan kata lain, penanganan lupus yang melibatkan organ yang satu berbeda dengan penanganan lupus yang melibatkan organ yang lain.

Pada penyakit lupus, tingkat kelangsungan hidup penderita penyakit lupus yang melibatkan sistem saraf pusat dan organ-organ utama (seperti jantung, paru-paru, atau ginjal) kemungkinan besar akan lebih singkat daripada penderita lupus yang hanya melibatkan kulit atau persendian saja. Adapun kematian penderita penyakit lupus banyak terjadi akibat infeksi yang berkaitan dengan immunosuppressants (zat penekan produksi sistem imun agar tidak menghasilkan oto-antibodi).

Faktor Risiko

Faktor yang memperbesar seseorang untuk menderita penyakit lupus di antaranya adalah Perempuan, berusia di antara 15 – 45 tahun, berkulit hitam, mempunyai keluarga yang juga penderita lupus, serta menjalani pengobatan yang berhubungan dengan obat penginduksi lupus sistemik.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala-gejala yang terjadi pada pasien yang menderita lupus di antaranya adalah demam, sakit persendian, sakit otot, fatig, radang kulit (kulit kemerah-merahan), anemia, infeksi paru-paru, gangguan jantung, kejang, dan lain-lain.

Pengobatan Lupus

Lupus memang tak dapat disembuhkan. Akan tetapi, gejala-gejala penyakit yang mengiringinya bisa dikurangi, bahkan disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan sampai saat ini di antaranya adalah terapi obat anti-infeksi dan pengatur sistem imun, akupunktur, fototerapi (terapi cahaya), serta pengaturan makanan, berart badan, dan perlindungan dari sinar matahari.

Selain pengobatan gejalanya, penderita lupus juga akan dijaga segala bentuk tingkah laku dan kebiasaannya. Seperti tidak boleh stres, harus banyak istirahat, menghindari sinar matahari, tidak boleh merokok, pengaturan berolahraga, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Cara Pengobatan Penyakit Lupus

penyakit lupusPenyakit yang satu ini memang belum dikenal luas di kalangan masyarakat kita. Jumlah penderita penyakit ini terus meningkat setiap tahunnya. Namun nampaknya belum ada campur tangan dari dinas kesehatan atau pemerintah untuk berusaha mensosialisasikan ataupun berusaha mengurangi pertumbuhan penyakit ini. Konon penderita yang terkena penyakit ini wajahnya mirip atau menyerupai gigitan serigala. Lupus sendiri berasal dari kata serigala.
Meski penyakit Lupus sudah ditemukan semenjak tahun yang lalu. Namun sejauh ini belum diketahui secara pasti penyembab penyakit ini. Ada dugaan bahwa penyebab penyakit Lupus berhubungan dengan genetik, virus, sinar ultraviolet, dan juga obat-obatan tertentu.
Seperti diketahui bahwa penyakit Lupus juga merupakan penyakit autoimun yang artinya sistem imun tubuh membentuk antibodi yang seharusnya bekerja memerangi infeksi yang disebut antigen seperti bakteri, virus, jamur serta zat-zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh, malah sebaliknya menyerang dirinya sendiri. Dalam pengertian yang lain, sistem imun itu kehilangan kemampuan untuk membedakan yang mana antigen asing dan mana sel atau jaringan tubuhnya sendiri. Karena terjadi salah serang dari imun akan mengakibatkan antibodi yang terbentuk menyerang sel atau jaringan tubuh sendiri serta menyebabkan berbagai kelainan, tergantung bagian tubuh yang diserang, seperti bagian syaraf, jantung, paru-paru, ginjal, kulit bahkan sendi.
Gejala-gejala yang disebabkan penyakit Lupus adalah seperti rasa lemas, capek yang berlebih, demam berkepanjangan, ruam merah di wajah seperti menyerupai kupu-kupu, ruam merah di kulit yang umumnya lebih nyata bila terpapar sinar matahari, ruam diskoid, rambut rontok, sariawan yang berulang, nyeri pada sendi dan bengkak pada kedua tungkai.

Pengobatan penyakit Lupus sejauh ini memang masih sulit, namun meskipun demikian beberapa artikel di internet mengemukakan tentang pengobatan penyakit ini bisa dilakukan dengan beberapa cara dan dengan berbagai diagnosa pula tentunya.
Hal-hal yang perlu diketahui dalam hal pengobatan penyakit ini adalah dengan memperhatikan gejala-gejala penyakit Lupus terlebih dahulu. Apabila anda merasa bahwa penyakit ini tengah anda derita, maka datanglah pada dokter pemerhati penyakit lupus, yaitu dokter spesialis penyakit dalam, hematologi, rheumatology, ginjal hypertensi, alegri imunologi. Selain itu perlu diketahui cara pengobatan dengan melihat beberapa hal penting, diantaranya adalah, tipe Lupus, berat ringannya penyakit Lupus, organ tubuh yang terinfeksi, serta melihat hal komplikasi yang ada.
Dalam pengobatan penyakit Lupus dikenal dua cara kategori pengobatan, diantaranya adalah Kortikosteroid, yaitu golongon pengobatan yang berfungsi untuk mencegah peradangan dan merupakan pengatur kekebalan tubuh. Bentuknya bisa seperti salep, krem, pil atau cairan. Selain itu dikenal pula pengobatan penyakit, yaitu Nonkrotikosteroid, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi keluhan nyeri dan bengkak pada sendi dan otot

Ciri-ciri, Gejala, dan Penobatan Penyakit Lupus

  • Ciri Ciri Penyakit Lupus  ini adalah penyakit lupus akan menyerang sistem kekebalan tubuh secara berlebihan, sehingga mengganggu kesehatan tubuh. Lupus juga dikenal sebagai “Si Peniru Ulung” karena sering menyerupai penyakit lain dan gejala penyakit lupus terkadang sulit dibedakan dengan penyakit kulitlainnya. Penyakit lupus atau dalam dunia kedokteran disebut sistemik lupus eritematosus.
  • Gejala Penyakit Lupus secara umum akan didapatkan penderitanya merasa lemah, kelelahan berlebihan, demam, dan pegal-pegal Gejala ini muncul ketika lupus sedang aktif dan menghilang ketika tidak aktif. Pada organ tertentu seperti kulit gejalanya berupa ruam merah berbentuk mirip kupu-kupu di kedua pipi dikenal dengan istilah butterfly rush, kerontokan rambut dan sariawan.

Ciri ciri penyakit lupus jika menyerang dada akan timbul rasa sakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan jika bernapas. Bila jantung terserang akan takikardi (jantung berdebar cepat) atau udem/bengkak pada kaki sedangkan jika mengenai paru-paru terserang penderita biasanya sesak napas. Sistem otot yang terserang akan menunjukkan ciri ciri penyakit lupus yang khas berupa rasa lemah atau sakit di otot atau pada pesendian, baik dengan ataupun tanpa pembengkakan serta menunjukkan kemerahan pada daerah yang terserang.

Ciri ciri penyakit lupus secara otomatis akan menurunkan jumlah sel darah merah, putih, dan sel pengatur pembekuan darah. Pada saluran pencernaan muncul gejala sakit perut, mual, muntah, diare, atau sukar buang air besar. Ginjal akan mengalami gangguan fungsi yang mengakibatkan pengeluaran racun hasil metabolisme tidak berjalan seperti semestinya.

 

  • Pengobatan penyakit lupus sebenarnya belum ada referensi yang kuat bagaimana cara pengobatan, hingga saat ini masih dalam proses penelitian. Namun pada penderita dokter biasanya hanya mengurangi gejala penyakit lupus yang timbul. Contoh kasusnya misalnya jika menyerang tulang atau persendian seperti yang telah dijelaskan tadi, maka biasanya terjadi peradangan seperti arthritis maka dokter akan memberikan obat anti inflamasi untuk mengurangi rasa sakit akibat arthritis. Contoh lainnya misalnya jika timbul ciri ciri penyakit lupus berupa ruam di kulit maka dokter akan memberi kortikosteroid (biasanya berupa lotion atau krim).

 

 

 

OBAT PENYAKIT LUPUS TRADISIONAL

Penyakit Lupus adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya. Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti serigala. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala, tetapi berwarna putih. Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus. Dalam istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri.

Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan).